Suatu kali aku merasa sangat tertekan dengan keadaan di kantor, sekilas tampak dari luar, unit kerjaku menyenangkan, obrolan-obrolanku kepada teman-teman tentang seneng-senengnya bekerja dengan rekan kerja yang masih pada muda-muda itu lebih banyak sebagai kamuflase jadinya, padahal aku bercerita tentang yang sebenarnya hanya kepada sebagian orang yang aku percaya. Suatu kali itu, aku bilang kepada seorang teman dekat, bagaimana inginnya aku ‘kabur’ dari realita kerjaan dengan boss yang demanding itu, bagaimana bobroknya institusi ini padahal aku pun makan dari penerimaan gaji disini, dan banyak hal lain dari segala pikiran negative yang bermunculan seketika. Malam itu aku pulang kerja dan merasa sangat lelah sekali. Begitu jelas bagaimana pikiran-pikiran negative melumpuhkan syaraf-syaraf positif dalam diri, lahir maupun batin. Tulisan ini bukan tentang curhatan (ngarepnya), tapi mungkin akan berguna sebagai self reminder. Seketika setelah aku mengeluh dengan segala keluha...
Komentar
Posting Komentar